KEMBANG API
MENURUT HAAN MUHAMMAD SHADAKA
33416113
Sejarah kembang api bermula dari China. Sekitar abad ke-9, seorang juru masak yang secara tidak sengaja mencampur tiga bahan bubuk hitam (black powder) yang ada di dapurnya, yaitu garam peter atau KNO3 (kalium nitrat), belerang (sulfur), dan arang dari kayu (charcoal). Ternyata, campuran ketiga bahan tersebut merupakan bubuk mesiu yang mudah terbakar.
Jika mesiu dimasukkan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya,kemudian sumbu itu dibakar,
maka mesiu itu akan meletus dan mengeluarkan suara ledakan keras. Petasan ini kemudian dipercaya dapat mengusir roh jahat. Kemudian petasan jenis ini dipakai juga pada perayaan pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan.
Baru pada saat Dinasti Song (960-1279) masyarakat di China mendirikan pabrik petasan. Bahan baku tabung bambu kemudian diganti dengan gulungan kertas yang kemudian dibungkus kertas merah di bagian luarnya. Petasan ini kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api, yang lebih menitik- beratkan pada warna-warni dan bentuk pijar- pijar api di udara.
Meskipun China dipercaya sebagai penemu, namun pembuatan kembang api berkembang pesat di Eropa. Marco Polo membawa serbuk mesiu itu dari China ke Eropa pada abad ke-13. Di Eropa, serbuk petasan dipergunakan untuk keperluan militer, seperti untuk roket,meriam, dan senjata. Italia adalah negara di Eropa pertama yang membuat pabrik kembang api.
Kemudian hari dibedakan antara kembang api dan petasan. Kembang api akan melesat ke udara begitu sumbunya dibakar, sedangkan petasan hanya mengeluarkan suara ledakan tanpa diiringi pancaran api berwarna-warni.
Pada perkembangannya, para ahli kembang api akhirnya bisa membuat kembang api berwarna- warni, seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Warna merah berasal dari strontium dan litium, warna kuning berasal dari natrium, warna hijau berasal dari barium, dan warna biru dari tembaga. Campuran bahan kimia itu dibentuk ke dalam kubus kecil-kecil yang disebut star. Star inilah yang menentukan warna dan bentuk bila kembang api itu meledak nantinya. Kumpulan star dimasukkan ke dalam silinder yang terbuat dari kertas atau plastik. Kemudian dimasukkan pula bubuk mesiu serta sumbu untuk menyalakannya.
Dengan kemajuan teknologi, kini bentuk kembang api bisa bermacam-macam. Ada yang berbentuk komet, pohon palem, bunga krisan, planet Saturnus, sarang laba-laba, getah pohon, lilin, kotak kue, bintang, air terjun, dengan special effect yang beraneka warna.
Jika mesiu dimasukkan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya,kemudian sumbu itu dibakar,
maka mesiu itu akan meletus dan mengeluarkan suara ledakan keras. Petasan ini kemudian dipercaya dapat mengusir roh jahat. Kemudian petasan jenis ini dipakai juga pada perayaan pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan.
Baru pada saat Dinasti Song (960-1279) masyarakat di China mendirikan pabrik petasan. Bahan baku tabung bambu kemudian diganti dengan gulungan kertas yang kemudian dibungkus kertas merah di bagian luarnya. Petasan ini kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api, yang lebih menitik- beratkan pada warna-warni dan bentuk pijar- pijar api di udara.
Meskipun China dipercaya sebagai penemu, namun pembuatan kembang api berkembang pesat di Eropa. Marco Polo membawa serbuk mesiu itu dari China ke Eropa pada abad ke-13. Di Eropa, serbuk petasan dipergunakan untuk keperluan militer, seperti untuk roket,meriam, dan senjata. Italia adalah negara di Eropa pertama yang membuat pabrik kembang api.
Kemudian hari dibedakan antara kembang api dan petasan. Kembang api akan melesat ke udara begitu sumbunya dibakar, sedangkan petasan hanya mengeluarkan suara ledakan tanpa diiringi pancaran api berwarna-warni.
Pada perkembangannya, para ahli kembang api akhirnya bisa membuat kembang api berwarna- warni, seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Warna merah berasal dari strontium dan litium, warna kuning berasal dari natrium, warna hijau berasal dari barium, dan warna biru dari tembaga. Campuran bahan kimia itu dibentuk ke dalam kubus kecil-kecil yang disebut star. Star inilah yang menentukan warna dan bentuk bila kembang api itu meledak nantinya. Kumpulan star dimasukkan ke dalam silinder yang terbuat dari kertas atau plastik. Kemudian dimasukkan pula bubuk mesiu serta sumbu untuk menyalakannya.
Dengan kemajuan teknologi, kini bentuk kembang api bisa bermacam-macam. Ada yang berbentuk komet, pohon palem, bunga krisan, planet Saturnus, sarang laba-laba, getah pohon, lilin, kotak kue, bintang, air terjun, dengan special effect yang beraneka warna.
1. Firekrackers / Petasan

Kembang api yang satu ini ga mungkin deh kalo kalian ga kenal, suaranya yang *****akan telinga dijamin bisa bikin orang pada kaget, marah-marah dan ga bisa tidur deh. Tapi yang pasti kembang api ini selalu menjadi pilihan karena harganya yang cenderung murah dan terjangkau. Rating harga: Rp. 3000- Rp.210.000
2. Fountains / Air Mancur

Jenis kembang api yang satu ini, bila dinyalakan akan menciptakan semburan bunga api dan tumpah ditanah. Harganya masih terjangkau dan relatif murah untuk keindahan yang dihasilkan dari kembang api ini, tentu juga berdasarkan ukurannya. Rating harga: Rp. 10.000 - Rp. 350.000
3. Pinwheels
Udah mulai mahal neh. Kembang api yang satu ini biasanya seperti tongkat yang ditancapkan ke tanah, kemudian letusannya akan berputar dan meluncur ke langit kemudian menimbulkan ledakan indah seperti kincir angin atau bisa juga bunga api. Rating harga: +Rp.360.000
4. Repeaters

Nah bagi kalian yang ga suka repot menyalakan kembang api dalam jumlah yang banyak tapi ingin hasil yang maksimal, silahkan gunakan kembang api jenis ini. Biasanya kembang api ini dikemas dalam satu tabung atau kotak bersama-sama dan bisa dinyalakan dengan satu sumbu/sekering. Ciri khasnya yaitu ledakan yang berulang-ulang dengan cepat dan ditembakkan ke langit. Ingin hasil yang besar dengan hasil maksimal, mungkin ini bisa jadi pertimbangan. Rating harga: Rp. 50.000 - Rp. 1 juta
5. Rockets

Sesuai namanya, nyalakan......dan dia akan meluncur ke udara kemudian meledak...boom
Rating harga:Rp. 30.000 - Rp. 400.000
6. Roman Candles and Tubes


Nah, kalo kembang api yang satu ini biasanya terletak pada sebuah tabung atau biasanya disusun berjejer. Nyalakan, dan kembang api ini akan menyebar ke langit dengan indah secara berurutan. Siapkan tempat yang luas untuk yang satu ini, biar makin yahud ngeliatnya. Rating harga: Rp. 100.000 - Rp. 1.5 juta
7. Shells
Metode kembang api jenis ini sama seperti kembang api rockets, nyalakan sekali ke udara dan booom......, tapi jika rocket hanya menimbulkan ledakan di udara, kembang api jenis ini akan membentuk sebuah pola yang indah di udara. Rating harga: Rp. 50.000 - Rp. 2 juta
8. Sparklers


Nah, kalo kembang api jenis ini, pasti sebagian besar dari kalian pernah mainin waktu kecil. Yaaapz, ditahan sebuah tongkat kecil dan nyalakan. Jika beberapa kembang api diatas memiliki pola yang sudah terencana, kembang api yang satu ini bisa memiliki pola yang tidak terbatas tergantung dari kreatiftas penggunanya. Harga terjangkau dan jauh lebih aman. Rating harga: Rp. 1000 - Rp. 10.000
SUMBER
- http://asal-usul-motivasi.blogspot.co.id/2011/02/asal-usul-sejarah-kembang-api.html
- http://7wolu.blogspot.co.id/2011/01/jenis-jenis-kembang-api-di-seluruh.html


Please Comment with your polite attitude and be social to the others
EmoticonEmoticon