CITA - CITA DAN PANDANGAN HIDUP
DARI HAAN MUHAMMAD SHADAKA
33416113
Cita cita dan Pandangan Hidup, setiap orang pasti memiliki cita - cita dan pandangan hidup. Meski keadaan saat ini tidak sesuai keinginan kita sendiri, timbulah cita - cita seperti ingin mengubah keadaan saat ini. Cita - cita itu sendiri ialah keinginan dari seseorang, seseorang yang ingin mengubah sesuatu atau menggapai sesuatu, pastilah memiliki tujuan, itulah cita - cita.Lalu, bagaimana dengan Cita - Cita dari saya sendiri ?
Tentu, saya memiliki cita - cita yang ingin saya capai dan cita - cita yang sudah tidak bisa saya capai. Semasa kecil, saya ingin menjadi Insinyur, begitupun sampai sekarang. Namun, apa cita - cita yang sudah tidak bisa dicapai ? ya! saya memilikinya, seperti saya ingin menjadi ninja hebat seperti Naruto atau ingin menjadi bajak laut hebat seperi Luffy, memang itu sudah tidak bisa dicapai oleh saya.Akan tetapi, saya sama sekali tidak bersedih, malah saya senang dan menertawakannya untuk saat ini.
Memiliki cita - cita itu termasuk sesuatu yang membanggakan menurut saya pribadi, memiliki cita - cita berarti kita memiliki keinginan tersendiri, ketidak puasaan akan diri sendiri dan ingin mendapatkan lebih.
Selanjutnya, apa yang ingin dicapai saat ini ? Cita - cita saya bukan cuma satu, namun ada banyak, dan saya golongkan sendiri menjadi jangka panjang dan jangka pendek.
Jangka panjang ? tentu saya ingin menjadi Insinyur seperti semasa kecil saya inginkan, lulus dari perguruan tinggi dan tidak berhenti sampai disitu, melanjutkan studi hingga mendapat gelar terhormat seperti idola saya sendiri, Bpk. B.J.Habibie. Beliau menginspirasi saya akan kepintarannya, penemuannya, kegigihannya, keteguhannya, jiwa berkorbannya, rasa cintanya pada keluarganya, dan lain lain.
Awalnya saya tidak mengenal beliau, dan memandang beliau hebat. Karena beliau hebat, saya ingin menjadi seperti beliau tanpa mengenal lebih jauh tentang beliau. Bukan berarti saya tidak bisa menjadi seperti beliau, namun keadaan mungkin benar benar jauh berbeda, ini yang saya kalahkan. Saya akan meraih cita cita saya, menekuni apa yang saya inginkan dan berdoa akan tercapainya tujuan saya. Yang saya pikirkan saat ini tidak hanya cita - cita jangka panjang saja, cita - cita jangka pendekpun juga. Seperti apa yang ingin saya lakukan besok, rencana, jadwal apa yang harus saya lakukan besok, apa yang ingin saya lakukan minggu ini, atau bahkan bulan ini.
Saya kurang puas bila mendapat hasil, saya ingin merasa lebih, namun tidak ingin merusak keadaan yang lainnya. Yang saya maksud, menjadi terlalu ambisiuspun tidak bagus, memiliki tujuan dan tekad yang jelas pun cukup menurut saya, itu yang saya pikirkan sebagai pandangan hidup.
Pandangan hidup saya bermacam - macam, tergantung pandangan terhadap hal apa. Terhadap cita - cita saya ? tentu ada. Pandangan hidup saya terhadap berteman,bergaul, atau bahkan melakukan tindakan yang baik pun ada.
Saya melakukan sesuatu hal selalu merencakan sebelumnya, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dihindari, atau bahkan apa yang harus dilakukan bila hal yang ingin saya lakukan tidak sesuati rencana.Pandangan hidup saya, atau moto saya, "from nothing to something" yang artinya, sesuatu yang tidak atau bukan apa - apa, namun kelak akan menjadi sesuatu yang diperhitungkan. Ini yang ingin saya lakukan, mungkin bila saat ini tidak ada yang mengenal saya, kelak mereka semua diluar sana akan mengenal saya, siapa saya dan apa yang sudah saya lakukan, tentu dalam hal kebaikan.
Moto saya yang lain seperti "from zero to hero" atau "fix it and be better" juga ikut bagian dalam pola piki saya. Melakukan sesuatu benar bukan berarti sepenuhnya berhasil atau sesuai keinginan, akan tetapi bila begitu, saya sendiri memilih untuk memperbaiki dan menjadikannya lebih benar.
Seperti apa ? seperti saya yang melakukan kesalahan yang sama untuk kedua atau ketiga kalinya, namun tidak ingin terjadi lagi untuk keempat dan kelima kalinya.
Beberapa pandangan hidup dan banyak cita - cita, seperti itulah saya, tidak cukup dengan satu cita - cita, namun banyak yang diimpikan.
Lalu, bagaimana mempertahankan keinginan saya dan meneguhkan pandangan hidup saya ?
Saat ini, keadaan sangat sulit atau belum sulit. Namun, kedepannya akan lebih sulit dari sekitar maupun dari diri sendiri.
Saat ini, banyak sekali terjadi masalah dimasyarakat dan dipermasalahkan sekali antaranya. Maksud saya, masyarakat saat ini banyak membicarakan berita yang ada ditelevisi, namun apa itu benar benar konflik atau bahkan hanya narasi belaka ?
Saya pribadi tidak mempercayai apa yang ada diberita, 19 tahun saya hidup sudah sangat mengajarkan saya, apa yang harus saya percaya, apa yang harus saya tidak percaya.
Mari ambil contoh, masyarakat sekarang melihat kasus Mirna dan Jessica di acara berita, tidak hanya satu, namun banyak stasiun televisi meliput masalah tersebut. Lalu bagaimana tanggapan saya pribadi ?
Menurut saya, sangat kejam untuk membunuh, apalagi dilakukan oleh teman sendiri, namun apa perlu diberitakan panjang seperti ini ? atau dilebih - lebihkan seperti ini ? apa begitu sulitnya pengadilan memutuskan mana yang salah dan mana yang harus dipertahankan kebenarannya ? atau bahkan si terdakwa hanya berpura - pura tidak bersalah dan mencoba memutar balikkan fakta agar selamat dari masalah ?
Saya sengaja tidak mengikuti, karena sama sekali tidak bermanfaat buat saya pribadi. Bila ada manfaatnya, apa ? ini seperti sudah bukan masalah siapa yang benar atau siapa yang salah, ini seperti drama televisi era baru. Begitu sulitnya pengadilan memutuskan karena gigihnya sipenuntut dan siterdakwa mempertahankan opini mereka. Bahkan ini jadi lebih terkenal dari siaran tv lokal yang menayangkan acara pertandingan sepak bola.

Keadilan di Indonesia sama sekali tidak bisa diandalkan, bahkan kasus kecil pun hukumannya lebih berat dari kasus besar. Dan tidak ada yang bisa mengubah ini saat ini, alasannya ? mudah, karena keadilan disini bisa dibeli, dan yang membeli bisa merubah nasib mereka saat dihukum..
Begitu banyak masalah yang bedatangan, masalah satu selesai, timbul 100 masalah yang sama. Seperti tidak ada henti - hentinya, lalu siapa yang bisa menghentikannya ? kita sendiri!
Dimulailah dari diri sendiri, menjauhi segala larangan atau segala yang tidak boleh diperbuat, dan melakukan sesuatu yang seharusnya atau memang harus dilakukan dengan sayar kebaikan.
Penulis : Haan Muhammad Shadaka
33416113

















