Jumat, 30 September 2016

Kebudayaan Lingkungan Saya


KEBUDAYAAN DILINGKUNGAN SEKITAR
TEMPAT TINGGAL SAYA
OLEH : HAAN MUHAMMAD SHADAKA
KELAS : 1iD02



Saya tinggal didalam perumahan yang cukup lumayan nyaman ditinggali. Disini tidak ada limbah dari rumah parbik, disini pula kebersihan lingkungan dijaga dengan teratur. Sosialisasi antar warganya pun tidak kalah teratur dengan kebersihannya.

Sumber : http://poskotanews.com/2012/12/17/ramai-ramai-kerja-bakti-bersihkan-pasar-poncol/
Disini kami tinggal denga asri dilingkungan yang asri dengan kebudayaan yang ikut asri pula. Warga sekitar saya yang tinggal dilingkungan saya berasal dari berbagai suku dan ras yang berbeda. Dari masing - masing perbedaan ini tidak membuat kami merasa terasingkan, melainkan menjadi alasan kuat untuk saling mengenal.

Disini kebudayaan sangat dihormati, menghormati kebudayaan masing - masing sama halnya dengan menghormati orang itu sendiri. Tadi saya sudah katakan kan? ada dari berbagai suku dan ras yang berbeda yang tinggal dilingkungan saya, maka dari itu kebudayaan disini pula tidak terlalu sama dengan didaerah lain seperti daerah kampung jawa, atau kampung ambon, dsb

Dilingkungan saya tinggal, berbagai ras seperti cina, arab, jepang, jawa, sumatra, betawi, batak pun ada. meskipun tidak terlalu luas daerah perumahannya, namun ada banyak berbagai budaya disini. Yang paling saya kagumi, saat terjadinya hari raya. 

Bila warga cina disekitar saya sedang mengadakan hari raya, warga lain yang tidak merayakan ikut menghormati dan memberi sekedar bingkisan atau parsel sebagai bentuk toleransi antar suku dan budaya. Kita mungkin tidak merayakan, namun ikut turut bahagia melihat yang lain merayakan.

Melalui beberapa kegiatan seperti, Siskamling, Kerja bakti, juga mempererat hubungan antar warga dilingkungan saya. Tidak cuma mengenal wajah, namun mengenal karakteristik seperti keluarga kecil.

Mungkin itu contoh salah satu toleransi budaya antar warga dilingkungan saya, untuk lebih meyakinkan dan menjelaskan, saya sudah mewawancarai ketua RT dilingkungan saya. saya bertanya berbagai hal terkati kebudayaan lingkungan sekitar..

Saya : Selamat siang tante Emi
Ketua RT : Siang juga
Saya : Tante, aku mau mewawancarai tante soal Kebudayaan Lingkungan sekitar kita seperti yang aku bicarakan tempo lalu.
Ketua RT : Oh ya silahkan, tante juga sudah siap diwawancarai kok
Saya : tante, menurut tante, Kebudayaan Lingkungan itu apa sih ?
Ketua RT : Kalau menurut pribadi tante sih, Kebudayaan yang ada dilingkungan kita, mau itu berbeda ataupun tidak ( tidak seragam ), tetaplah Kebudayaan bersama.
Saya : Begitu ya tant, Kebudayaan tiap warga disini itu banyak, bahkan jauh dibilang seragam, menurut tante itu jadi sebuah halangan tidak ? 
Ketua RT : Jelas tidak kok, yang namanya perbedaan bukan jadi sebuah halangan berinteraksi antar warga, yang namanya perbedaan itu jadi salah satu alasan kita kenapa harus mengenal lebih jauh tentang kebudaayan lain.
Saya : Saya setuju dengan tante, tapi perbedaan budaya kita disini, apa tidak merepotkan untuk tante ?
Ketua RT : Merepotkan bagaimana ?
Saya : Merepotkan, seperti mengadakan acara tahunan dua kali misalkan
Ketua RT : Oh, sama sekali tidak, disini tante tidak bekerja sendiri, yang bersangkutan pun ikut membantu, malah jadi pelopor. kita cuma ikut bantu - bantu saja kalau soal acara besar besaran. tapi untuk sekarang, sudah tidak ada lagi acara besar - besaran. Warga disini melakukan hari raya mereka masing - masing dengan keluarga masing - masing, tapi tetap mendapat sambutan hangat bagi yang tidak merayakan.
Saya : Lalu bedanya sekarang dengan dulu apa tante dalam hal Menjaga Kebudayaan lingkungan kita ?
Ketua RT : Jelas berbeda, dulu kita perlu melakukan prosedur izin yang panjang dan pula membuat laporan secara tertulis, jelas dari segi pengeluaran tidak sebanyak sekarang, beda dengan sekarang yang serba mudah dan praktis membuat laporan, tinggal membuat laporan denga bukti foto dan dilaporkan melalui QLUE ( Aplikasi Smart City )
Saya : Lalu masukan tante untuk kedepannya, juga keinginan tante tentang menjaga hubungan antar budaya tetap langgeng seperti sekarang?
Ketua RT : Benar ya, masukan tante mungkin tidak banyak, kamu sebagai kalangan muda disini juga jangan menunjukkan sikap yang tidak perlu, menjaga berarti mempererat hubungan. Tetap seperti adanya, menghormati sesama dan hidup bertoleransi seperti ini kedepannya mungkin akan jadi hal yang sangat bagus dan berkesinambungan.

Begitulah wawancara saya dengan ketua RT saya dilingkungan saya, kami disini menjaga kerukunan antar budaya, walau berbeda kami tetap saling menghargai dan hidup bertoleransi. Tidak ada yang namanya perpecahan dan juga tidak ada yang menginginkannya disini. 

Penulis : Haan Muhammad Shadaka
Kelas : 1ID02
Read More

Kamis, 29 September 2016

Pengalaman Pribadi Menjadi Mahasiswa Baru Universitas Gunadarma

PENGALAMAN PRIBADI
MENJADI MAHASISWA BARU
UNIVERSITAS GUNADARMA
OLEH : HAAN MUHAMMAD SHADALA




Assalamualaikum Wr.Wb
foto diambil dari Google Maps 9/29/2016

Perkenalkan, nama saya Haan Muhammad Shadaka.dari fakultas Teknologi Industri jurusan teknik industri. Sedang menjalankan semester satu saat ini.

Saya akan menceritakan beberapa pengalaman saya mendaftar di Universitas Gunadarma. Pada waktu itu, saya mendaftarkan diri di Universitas Gunadarma tanpa tau akses ketempat tersebut. Informasi yang saya punya sedikit sekali, yang saya tahu pada saat itu, kampus Gunadarma bersebelahan dengan Universitas Indonesia. Maka saat itu saya pikir, hanya menaiki commuterline jurusan bogor dan depok bisa sampai.

Pertama dari yang pertama, sudah pasti kita mendaftar di Universitas Gunadarma, saat itu saya mendaftar online, dan datang untuk melakukan ujian masuk di Universitas Gunadarma kampus D. setelah selesai, beberapa hari kemudian saya datang kembali ke kampus tersebut untuk mengambil hasil ujian saya.

foto diambil dari Google Maps 9/29/2016

Alhamdulillah, saya mendapat grade SS. Dengan begini saya berfikir bisa mengurangi beban orang tua saya yang membiayai saya. eits, tidak lupa bertanya, tentu saya tidak asal mengambil hasil saja, saya ingin tau lebih lanjut tentang Kampus yang akan saya sekolahi. 

Hari pertama saya dipanggil oleh Kampus Gunadarma untuk mengikuti kegiatan PPSPPT jilid 1 untuk mahasiswa baru

Tidak berlangsung lama, saya pulang disiang harinya. kemudian melihat lihat sebentar lingkungan sekitar kampus. dikampus ini terdapat masjid yang cukup besar. aksesnya pun mudah dari stasiun pondok cina.

Well, dihari ini kegiatan disini tidak begitu banyak. datang pagi sekali untuk mengikuti kegiatan PPSPPT lalu pulang disiang harinya. Dalam kegiatan ini, seluruh mahasiswa baru termasuk saya diberi arahan apa saja yang harus dilakukan kedepannya sebagai mahasiswa Gunadarma. Disini saya belum menganal satu orangpun, tapi mulai basa - basi dengan orang yang disebelah saya. kebetulan dia satu fakultas dengan saya namun berbeda jurusan.

Kegiatan sosialisasi TIK,

foto diambil dari Google Maps 9/29/2016
Disini kita diwajibkan datang mengikuti sosialisasi oleh para dosen tentang segala hal yang bersangkutan dengan unsur TIK. saya dan teman teman maba yang lain nantinya mendapat jatah tempat distudent site Gunadarma dan akses langsung wifi dan segala fasilitas Universitas Gunadarma terkati.

Kegiatan Kuliah Perdana

Disini kita diberi pengalaman baru soal apa itu perkuliahan. Disini tidak ada yang begitu berbeda saat sekolah menengah dulu, hanya saja dengan wajah baru dan pakaian yang bukan seragam. Meskipun ini hanya kuliah perdana, namun dosen terkait tidak hanya memperkenalkan diri dan menyesuaikan kita dengan lingkungan kampus, namun diberi sedikit pelajaran seperti apa pelajaran yang diemban mahasiswa nantinya.

Kegiatan PPSPPT jilid 2

Nah temen - temen, disini yang paling berkesan dari semua kegiatan sebelumnya. Selain diwajibkan mengikuti kegiatan ini, disini kita juga dikenalkan apa saja UKM, Workshop atau kegiatan lainnya. disini juga kita diberi tahu apa saja sih kegiatan kakak - kakak tingkat jalani. tidak lupa dengan pertunjukan dari beberapa UKM terkait. Disini prestasi menjadi hal biasa loh, tentu dikancah internasional juga ada dan terkenal.

Yang paling melelahkan mungkin melakukan yel yel bersama anggota kelompok kita dari masing masing fakultas, yel yel yg sata maksud seperti semangat antara sesama fakultas. Kegiatan ini juga banyak memberikan pengalaman yang mungkin tidak mau diulangi, seperti mencukur habis rambut alias botak, haha..

Acara selesai sore hari, karena waktu itu kebetulan hujan, kita semua tetap munuggu sampai hujan reda baru pulang. 

itulah beberapa pengalaman yang bisa saya sampaikan, terlebih dan kurangnya bisa kalian alami sendiri nantinya kalau sudah menjadi mahasiswa Gunadarma juga. 

Salam dari saya, Wassalamualaikum wr,wb
Salam Industri !
Read More